kualalumpur

Kuala Lumpur, Sehari Aja Cukup

Kebangun setelah tidur beberapa jam. Memandangi langit malam Kuala Lumpur yang cerah bertabur bintang. Indah banget. Bintang di langit Nampak jelas mungkin karena rumah temenku ini bagian dari sebuah perumahan yang indah di atas bukit. Aku langsung liat ponsel. Tertera pukul 5 subuh. Jam lima subuh waktu Malaysia. Kok masih sepi ya. Lalu aku terpikir kalo jam lima sini setara jam empat di Indonesia. Pantes. Lalu aku tarik selimut, tidur lagi. Serasa jetlag gitu deh.

Tulisan kali ini menyambung tulisan kemaren, baru nyampe di Malaysia. Jam enam tepat aku bangun lagi. Udah pas nih waktunya untuk siap-siap dandan kece untuk berpetualang di Kuala Lumpur sendirian. Lanjut di Sini

Semalam di Kuala Lumpur Pt. 2 ajah

Baiklah, aku akhirnya memiliki keberanian yang kuat untuk melanjutkan cerita aku di Kuala Lumpur, yang dimulai di artikel ini.

Perjalanan aku ke Kuala Lumpur dimulai dengan menunggangi pesawat AirAsia AK 1303. Sesuai boarding pass yang udah dicetak dari rumah, aku akan duduk di kursi C, alias di lorong baris sebelah kiri. Ketika sampe di nomor kursi itu, udah duduk sepasang anak muda yang tampaknya baru saja merengkuh manisnya mahligai rumah tangga. Lanjut di Sini

Nunggu di Bandara, Ngapain?

Kalo naek pesawat pasti ke bandara lebih awal dong ya, ngurus pajak bandara serta boarding pass-nya. Belum lagi kalo di jalan macet, terus jalan ga bisa dilewati sama sekali karena ada Kaiju atau Godzilla, atau ada banjir mendadak, belum lagi kalo ada dangdutan di pinggir jalan yang bikin jalan tersendat. Maka dari pada itu biasanya paling ga dua jam sebelum keberangkatan udah duduk manis di bandara.
 
mtf_ELhpD_248

nunggu penerbangan ke Kuala Lumpur

Lanjut Baca di Sini