Snack and the City: Singapore Day 2

Yuhuu~ Ini hari kedua dari rangkaian jelajah Singapura. Hari ini hanya dihabiskan untuk mengelilingi kota (benar-benar mengelilingi) sampe capek. Mencoba merasakan rasanya menjadi rakyat Singapura seutuhnya. Dimulai dari jalan-jalan pagi cantik ke Gardens by the Bay, lalu belanja-belanja cantik di Orchard Road, melangkahkan kaki di riuhnya suasana China Town, kongkow-kongkow asik di Clarke Quay, menyusuri Singapore River hingga ke Merlion Park di malam hari. Kelelahan tiada tara!

  • Jalan Pagi ke Gardens by the Bay

Jadi Marina Bay (Teluk Marina) ini kalo dimulai dari Merlion (One Fullerton) dan diurutkan searah jarum jam, maka urutannya adalah Merlion (S-CBD) – Esplanade Theatre – Singapore Flyer – Gardens by the Bay – terakhir, Marina Bay Sands. Tujuan pertama adalah Gardens by the Bay (yang seterusnya akan disingkat sebagai GBB) dapat ditempuh dengan menaiki MRT menuju Marina Bay MRT station. Waktu itu aku keluar lewat pintu di bawah Marina Bay Sands. GBB adalah salah satu taman terbesar, tercanggih, dan terbaru di Singapura yang terletak di mulut Marina Bay. Jadi di GBB ini ada indoor dan outdoor parks. Taman dalam ruangannya berada dalam dua buah domes yang katanya kayak kerang tapi aku pikir dua domes-nya mirip bra alias BH alias kutang alias mini-set.

Mirip bra kan? Kan?

Mirip bra kan? Kan?

Dari Marina Bay Sands aku kelilingin GBB yang dimulai dengan melewati Giant Trees yang kata orang-orang sih kayak pohon-pohon di fim Avatar. Lalu aku jalan terus sampai ke pinggir Domes yang juga berbatasan langsung dengan pinggir Singapore River (Marina Bay?). Di sini banyak yang jogging atau sekedar bersepeda. Huh! Kapan hari kalo ke Singapore kayaknya harus bawa sepatu lari nih, jogging seputaran Marina Bay.

Jogging di sini pasti kece kan?

Jogging di sini pasti kece kan?

Singapore flyer~

Singapore flyer~

Di jalan menuju pintu keluar kea rah MBS, aku lewat semacam kanal buatan gitu. Di sini, taman outdoor-nya ada bagian yang disusun untuk terapi. Beberapa tanaman disusun berjejer dari satu bagian ke bagian lainnya yang jika dihirup akan bisa megobati penyakit tertentu. Keren! Di sini jelas banget ngeliat Groove Giant Trees. GGT adalah pohon buatan yang ditanami tumbuhan secara vertical. GGT ini kalo malam ada lampunya berkelap-kelip dan bisa dinaikin karena ada jembatan dari satu pohon ke pohon lainnya. Katanya sih GGT ini terinspirasi dari film Avatar.

IMG_20131102_153414

Persis kayak di Avatar? Ga? Baiklah~

Dari sini ada skywalk yang langsung masuk ke Marina Bay Sands. Lewat sini karena udah takut meleleh karena mataharinya kejam banget.

Menuju skywalk~

Setelah lelah keluar masuk butik Channel, merangkak ke Prada, loncat ke Hermes, lalu koprol dan kayang di butik Miu Miu, aku lanjut naik MRT ke Orchard Road.

  • Belanja Cantik di Orchard Road

Di Orchard Road ini sebenernya salah satu tempat di Singapore yang pasti aku hindari. Kenapa? Banyak orang Indonesianya. Keluar dari bawah tanah lalu muncul di ION Mall atau Wisma Atria, ntahlah aku lumpa. Di sini, toko-toko incaran orang Indonesia biasanya Uniqlo, H&M, Giordano, serta Cotton On. Biasanya di akhir tahun suka banting harga gitu deh. Di Orchard, tempat-tempat yang aku datangi adalah Daisho di ION Orchard lantai #B4. Di sini banyak barang printilan lucu yang sebagian besar diimpor dari Jepang. Kalo ga salah semua barang dihargai 2$. Jangan kalap di sini karena memang barannya lucu-lucu, dari alat buat bersih-bersih sampe pajangan yang ga berguna hahahah. Di Wisma Atria (yang katanya dulu bekas KBRI Singapore), aku masuk di Cutton On, di sini hampir kalap beli sepatu slip-on lucu warna biru seharga 15$. Lalu aku nyebrang ke Lucky Plaza.

Di Lucky Plaza ini ada kios Giordano yang katanya murah, setelah diperiksa, harganya hampir sama kayak di Malaysia dan Indonesia. Mungkin karena nilai tukar Dollar Singapore hampir sepuluh ribu Rupiah, jadi terasa berat. Di sini banyak banget yang jual oleh-oleh standar semacam gantungan kunci dan kaos. 3 tote bag dijual 10$, gantungan kunci 10$ dapet 16 renteng (kalo ga salah), kaos yang lumayan sih 5$. Di sini agak ga enak, karena lorong-lorongnya macam Pasar 16 Ilir di Palembang gitu deh. Di suatu toko, aku sempet tanya flip cover buat hp. Yang jaga bilang, mereka lagi habis stok tapi bisa dia ambil di gudang. Aku tanya berapa harganya. Howalah, dia bilang 20$ yaitu sekitar 180.000 Rupiah aja gitu. AKu tau itu barang KW, di Malaysia aja aku tanya kemaren 20 Ringgit, bisa ditawar lagi. Aku bilang aja terima kasih, lalu ngelonyor pergi. Aku kan cuma tanya, eh yang jaga malah marah-marah pake bahasa mandarin sambil nujuk-nunjuk sumpah serapah.

Waktunya makan siang, aku nyebrang lewat underground tunnel menuju ION Orchard. Di lantai paling atas ada Food Republic. Di sini aku makan nasi dengan lauk cumi tumis, sayurnya aku ambil tumis daun pepaya yang aku kira baby khailan. -_- Aku bayar 5.5 SGD untuk makan sederhana ini tanpa air minum. Lah kalo di Palembang udah bisa makan bakso satu keluarga kali ya. Haish.

Belanja dilanjutkan ke Takashimaya untuk mampir ke Konikuniya Book Store. Di sini aku ketemu kamus Oxford French kecil seharga 10$. Bahagia itu sederhana, teman! Lanjut ke 313@Somerset untuk mampir ke toko kaset dan CD HMV di lantai 4. Di sini ga ketemu yang dicari. Kayaknya toko ini mau tutup gitu deh, sebagian rak-rak sudah kosong dan banyak banget CD diskonan. Perjalanan di Orchard kali ini berakhir di H&M yang memiliki gedung sendiri di ujung jalan, berseberangan dengn Abercrombie and Fitch dan Topman kalo ga salah. Masuk sini dan mau langsung ke lantai 4 (atau 3?) untuk bagian pakaian cowok, tapi sayang kena zonk, lantai 3 dan 4 lagi direnovasi, pemirsa!

Ini snack yang bikin kalap~

Di Orchard ini, aku bukan kalap belanja baju atau sepatu, lebih kalap sama ini, es potong wan dola~ (one dollar-dialek singlish 😀 ). Di sini aku makan berpotong-potong es krim yang biasanya merek Walls, kalap, lupa kalau harganya seharga semangkok mie ayam di Indo. Hahah. Rasa kesukaanku adalah mint with choco chips, vanilla, sama blueberry. Di sini aku merasakan kehadiran seorang turis Indonesia. Kok bisa tau? Pertama, dia berjilbab dengan bentuk jilbab layaknya gorden persis April Jasmin. Kedua, mereka bergerombol asik sendiri kayak mafia yang sidak ke lapak-lapak gitu. Ketiga, mereka ga antri pas beli es potongnya yang akhirnya dimarahin opa-opa yang jual es. Keempat, mereka dihampirin tour guide-nya yang marah-marah karena waktu udah mepet. Well, ga seluruh turis Indonesia kayak gitu sih tapi kalo soal bergerombol dan asik sendiri, itu hampir benar 90%.

Berasa catwalk kalo di sini~

  • Riuhnya Suasana China Town

China Town adalah tempat yang tepat buat beli oleh-oleh karena harganya lumayan terus pilihannya banyak. Sepanjang jalan ini toko oleh-oleh semua. Ada satu toko yang cukup unik, Tintin Shop. Jadi di toko ini jual segala macam barang yang berhubungan dengan Tintin, dari action figure kecil sampe besar hingga kaos-kaos lucu. Sayang harganya ga lucu.

Kalo malem lampionnya pasti keren

Di China Town ini kumplit deh, mau ngeliat temple Hindu? Ada. Mau sholat sebentar? Ada masjid tertua di Singapore (lupa namanya). Mau nari salasa bareng om-om dan tante-tante di pelataran kuil Budha?

  • Kongkow Asyik di Clarke Quay

Jalan terus sampe ketemu Singapore River untuk kongkow asyik di Clarke Quay. Di Clarke Quay aku beli burger di Burger King seharga 3.8 SGD yang dibungkus terus aku duduk di pinggir sungai. Makan burger, pinggir sungai, surge dunia~ minus suara jeritan bule yang main Ball Sling Shot ya!

*nyemplung ke sungai*

  • Jalan Menyusuri Singapore River

Jalan aja di sepanjang Singapore River sampe ke Merlion. Suasananya tenang nan tentram, banyak patung-patung perunggu yang menujukkan Singapore di jaman dulu. Lalu berlari ketakutan di dalam underground tunnel pertama di Singapore. Berakhir di pelataran Merlion untuk menyaksikan laser show gratis dari Marina Bay Sands.

Bulan purnama di Marina Bay~

Ga sabar untuk besok karena besok waktunya buat ke Universal Studios!

2 comments

    1. eh pulau #eh
      kalo ke SG mesti cobain ke MacRitchie reservoir, ada tree top gitu. Kalo menginap, aku rekomendasiin Rucksack Inn atau hostel-hostel di daerah Bugis soalnya banyak makanan enak sih #LagiLagi #DoyanMakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s