Karakter Pasangan yang Dibutuhkan Seorang INFJ(s)

Pernah ga sih kalian berinteraksi dengan orang yang memiliki pemahaman atau penjelasan abstrak tentang sesuatu hal? Apakah kalian merasa sulit memahami maksud mereka? Apakah sulit untuk menyelami alam pikiran mereka? Apakah mereka cenderung introvert dan sulit mengungkapkan apa yang mereka mau? Mungkin orang tersebut adalah seorang INFJ.

mbti-tes

Sebelum aku menjelaskan lebih jauh mengenai INFJ dan cara memahaminya, sebaiknya aku jelaskan secara singkat apa sih INFJ dan jenis-jenis kepribadian lainnya berdasarkan indikator kepribadian MBTI. Indikator MBTI (Myers–Briggs Type Indicator) ini diciptakan oleh Isabel Briggs Myers yang merupakan seorang penulis dari Amerika Serikat bersama ibunya, Katharine Cook Briggs, berdasarkan teori oleh Carl Jung.

“The purpose of the Myers-Briggs Type Indicator® (MBTI®) personality inventory is to make the theory of psychological types described by C. G. Jung understandable and useful in people’s lives. The essence of the theory is that much seemingly random variation in the behavior is actually quite orderly and consistent, being due to basic differences in the ways individuals prefer to use their perception and judgment.” – Myers-Briggs Org

Indikator MBTI ini diciptakan agar teori tipe-tipe kepribadian yang diciptakan C. G. Jung lebih mudah dipahami dan dapat berguna di kehidupan banyak orang. Esensi dari teori ini diambil dari kebiasaan-kebiasaan acak yang sebenarnya cukup teratur dan konsisten dari perbedaan mendasar bagaimana seseorang menggunakan persepsi dan cara mereka menilai sesuatu hal.

Dari 16 jenis kepribadian yang dikreasikan oleh Isabel dan Katharine Myers, tipe kepribadian INFJ dinilai cukup unik. INFJ hanya memenuhi 1-2% populasi di dunia. Dari 1-2% tersebut, 2% dari populasi wanita dan 1% dari populasi pria. INFJ yang terkadang disebut sebagai the Advocate adalah singkatan dari Introversion, iNtuition, Feeling, and Judging. INFJ membutuhkan waktu sendiri untuk “charge” energi mereka karena mereka cenderung introvert. Mereka lebih fokus kepada konsep dan gagasan daripada fakta karena sisi iNtuition-nya, menentukan sesuatu lebih menggunakan perasaan dan sensitif (Feeling), dan lebih menyukai hal-hal yang lebih terencana dan teratur (Judging).

INFJ-Introduction

Dalam sebuah hubungan, INFJ menginginkan kehidupan yang berarti dan koneksi mendalam. Mereka mungkin tidak menjelaskan semuanya secara gamblang tetapi mereka menginginkan hubungan yang mendalam dengan sedikit orang (entah itu teman atau partner hidup). Walaupun terkesan sangat menjaga privasi, mereka tidak segan untuk sangat terbuka dengan orang yang telah mereka sangat percaya.

Dari sedikit penjelasan tersebut, mungkin itu alasan mengapa agak sulit untuk memahami dan bahkan mengetahui apa yang INFJ mau. Bagi kamu yang punya teman atau pacar yang berkepribadian INFJ, kamu perlu tahu apa sih yang INFJ butuhkan dari seorang partner atau sebut saja, pacar? Berikut adalah tujuh hal yang INFJ butuhkan dari pasangannya:

Pasangan yang Spontan

 Berdasarkan sifat INFJ yang hidupnya lebih teratur dan terencana, dibutuhkan pasangan yang sesekali dapat mengajak mereka melakukan hal-hal yang diluar rencana yang telah mereka buat. Bukan berarti hal-hal spontan yang ekstrim tapi lebih ke arah “spice things up” biar hubungan ga hambar dan membosankan. Karena sifat mereka yang teratur, hal-hal yang terlalu gila mungkin membuat mereka tidak nyaman (walaupun begitu, mereka enggan memberitahu jika mereka tidak nyaman).

Pasang yang Berkepribadian Kuat

INFJ menghabiskan waktu mereka untuk memahami dirinya sendiri. Mereka mempertanyakan konsep mengenai seperti apa mereka seharusnya menampilkan diri mereka karena mereka sering kali memikirkan mengenai efek apa yang akan terjadi jika mereka melakukan suatu tindakan. Mereka sering kali butuh seseorang yang tahu karakter mereka sendiri dan apa yang mereka mau dalam hidup.

Pasangan yang Praktikal

INFJ butuh pasangan yang lebih berpegang ke hal-hal yang nyata atau aktual daripada berpegang kepada hal-hal yang berbasis konsep atau ide saja. INFJ cenderung lebih kuat dalam membuat ide atau gagasan tetapi terkadang sulit bagi mereka untuk menjelaskannya dan melakukannya di dunia nyata. INFJ cenderung memiliki pemikiran yang abstrak dan hanya mereka yang dapat memahami 100%.

Pasangan yang Dapat Memaklumi Cara Kami Berbicara

Sekali lagi, INFJ memiliki cara pikir yang abstrak. Hal ini dilihat dari sisi “NF” yang mereka punya. Mereka lebih menggunakan ide (N) daripada fakta dan lebih menggunakan perasaan (F). Hal ini berpengaruh terhadap cara mereka menyampaikan maksud mereka yang abstrak. Butuh waktu dan pemahaman yang mendalam untuk mengetahui arti sepenuhnya dari kata-kata yang mereka sampaikan.

Pasangan yang Tidak Melampaui Batas

INFJ adalah pribadi yang sedikit sensitif. Mereka memiliki toleransi tinggi tapi mereka memiliki “batasan” yang jelas tentang sejauh apa mereka dapat mentolerir hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip yang mereka pegang. Aku punya istilah “angry button.” Mereka tidak masalah jika kesabaran mereka diuji, satu kali atau dua kali. Tetapi jika jika itu berulang, mereka tidak segan untuk mundur menunjukkan jika kamu sudah melampaui batas. They have set boundaries and you shouldn’t cross that line.

Pasangan yang Menghargai Cara Mereka Memandang Dunia

INFJ memiliki cara pandang yang unik mengenai hal-hal di dunia. Terkadang mereka memiliki persepsi yang berbeda dari kebanyakan orang mengenai suatu hal. Pasangan mereka cukup menghargai cara pandang mereka dan sebaiknya lebih berusaha untuk lebih toleran akan hal itu karena mereka pun menghargai cara kalian memandang dunia. Perbedaan ada untuk menjadi keindahan, bukan akar dari konflik dan perdebatan.

Pasangan yang Menghargai Masukan (Nasihat)

INFJ sangat suka memberi nasihat. Memberikan nasihat adalah hal yang membahagiakan bagi mereka karena mereka dapat menolong orang lain dari nasihat yang mereka sampaikan. Terlepas dari diterima atau tidaknya nasihat yang diberikan, paling tidak pasangan mereka dapat menghargai masukan yang telah diberikan. Walaupun di atas dijelaskan bahwa INFJ butuh pasangan yang berkepribadian kuat dan tahu apa yang mereka mau, INFJ akan sangat senang bila nasihat mereka dapat membantu memecahkan masalah orang lain, karena itu bentuk kepedulian dan rasa sayang mereka.

Jadi itulah tujuh hal yang dibutuhkan dari pasangan seorang INFJ. INFJ tampaknya pribadi terkesan rumit, abstrak, dan memiliki prinsip yang kuat. INFJ juga cenderung memiliki pribadi yang tertutup dan hal itu sulit untuk sebagian orang dalam memahami mereka. Tapi pada dasarnya, jika mereka telah percaya sepenuhnya kepadamu, mereka akan sangat terbuka dan setia.

 

Baca lebih lanjut:

 

Jogja Istimewa: Gudeg Yu Djum – Wijilan

Yu Djum, Gudeg tersohor dari Jogja

Di sore itu, setelah menyusuri Jalan Malioboro hingga ke alun-alun Selatan (alun-alun depan keraton) dan sempat singgah ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, gue berniat melanjutkan perjalanan ke Taman Sari. Gue berjalan melewati warung-warung yang biasanya akan dibuka dan mulai ramai pada malam hari. Setelah melewati bapak-bapak yang lagi antre mau cukur rambut dan beberapa bule yang tampak kebingungan, sampailah gue di persimpangan jalan. Inilah hal yang sangat gue suka di Jogja, hampir di setiap tempat, lo akan menemukan petunjuk arah terutama untuk ke tepat-tempat wisata. Di persimpangan jalan itu, sinyal yang tertanam di perut gue tiba-tiba teraktifasi, ‘kriuk-kriuk’ bunyinya. Ya Karena mata gue menatap tulisan, “Sentra Gudeg,” begitulah kira-kira tertulis. Tanpa berpikir panjang dan tidak takut untuk tersesat, neuron-neuron otak memberi komando untuk belok kiri lalu lurus.

Sampailah gue di depan sebuah gerbang kota tua putih yang tinggi, setelah melewati gerbang itu, terbentang pemandangan yang sangat gue idam-idamkan, restoran/warung gudeg di kanan dan kiri yang menawarkan aroma yang menggugah sinyal-sinyal perut keroncongan ini. Jadi inilah Wijilan, sentra penjualan gudeg tersohor se-kota Yogyakarta. Dari ujung ke ujung, kanan dan kiri hampir semuanya jualan gudeg, well ada sih satu dua toko yang jualan bakpia – makanan khas Yogya – terselip di antara banyaknya warung gudeg. Fyi, gudeg adalah makanan tanah Jawa yang gue gemari selain pecel dan rujak cingur. Banyak temen gue heran kenapa gue doyan gudeg padahal rasanya terlalu manis (untuk sebagan besar orang Sumatera), Karena di Sumatera yang namanya nangka muda itu dibuat gulai, bukannya dikasih gula merah. Entahlah, mungkin Karena gue doyan makan hahahah dan gue rada lebih suka makanan manis ketimbang asin. Karena banyaknya warung yang menjual gudeg, gue terjebak kebingungan, WARUNG MANA YANG JUAL GUDEG PALING ENAK. Setelah browsing, gue menemukan salah satu yang enak, yaitu Gudeg Yu Djum.

Inilah Jalan Widjilan yang isinya Gudeg semua

Di Wijilan saja, Gudeg Yu Djum memiliki dua cabang, belum lagi warung lain yang salah satunya ada di jalan arah Bandara Adi Sucipto. Di bagian depan, si mbok penjual gudegnya sudah siap menghidangkan gudeg sesuai pesanan. Kalo mau pesan, kita cukup bilang ke mbok untuk diracik. Secara umum, nasi gudeg dihidangkan dengan krecek, suwiran ayam goreng/opor, telur rebus (semacam telur pindang), dengan taburan cabe rawit utuh dan siraman blondo atau areh (kuah santan yang sangat kental nan gurih). Saat itu gue pesen nasi gudeg pake ayam paha atas. Sebagai penikmat gudeg sejati, gue rasa gudeg ini beneran enak dan gurih. Pantas sih kalo Gudeg Yu Djum ini memiliki banyak cabang, sepeti halnya Pempek B*ring*n dan C*ndy di Palembang. Nasinya pulen, gudegnya memiliki cita rasa yang pas dan empuk, kreceknya pas, kuah arehnya sungguh gurih dan pantas bersanding dengan gudeg yang manis.

Sluuurrrpppp!

Gudeg Yu Djum dapat dibawa sebagai oleh-oleh dengan cara dikemas di dalam besek (kotak berbahan ayaman daun kelapa) dan bisa tahan sampai dua hari kalo ga salah. Jadi kalo mau makan yang Jogja banget, mesti disempetin mampir ke jalan Widjilan di dekat Keraton Yogyakarta. Kalo doyan makanan Jawa, khususnya Gudeg, pasti bahagia banget, kaya gue hahaha

Harga    : Rp. Rp.

Rasa    : kiss-mark.pngkiss-mark.pngkiss-mark.pngkiss-mark.pngkiss-mark.png 5 bibir!

Si Mbok meracik Gudeg yang dipesan

Telor rebus, lauk standar pendamping nasi gudeg

Ini Gudeg sang jawaranya

Yang menu terakhir mungkin porsi buat hajatan

 

An Interview with Myself

Precaution:
If you are not comfortable to see someone flashing everything about his life, I recommend you to step away. But if you have any intentions to me OR you have a lot of free time and need to spend your time for something absurd. Please, be my guest.

The reason why I write on this post is because I think that human is such a dynamic creature. Human is shifting, drifting, from time to another time. Thus, I’d like to freeze my present moment and thought so in the future I can look this back and evaluate myself. Where have I been?

I believe that some moments, incidents, milestones, of more over some people who we meet can change some bits parts of our time line. Maybe it is changing the orders or perhaps it is forming the orders.

Enough talking much. This post exists because I read a book by Cambridge University Press where i found an article about a famous Cuban ballet dancer, Carlos Acosta. Let says that I am a public figure or something who were interview by Times, Esquire, or Nylon Magazine.

A phrase I use to often is…

I don’t know, maybe ‘I don’t know’

I wish people would take more notice of…

the practice of smoking in front of other people in public area. I don’t smoke but I appreciate other people’s choice but please consider us as non smoker.

The most surprising that happened to me was…

I got an award as one of the best students in my university era when I got the second highest GPA. I didn’t expect it to happen. I was just a ‘kinda playing around’ student.

I’m good at…

reading people. It doesn’t mean that i judge people. I just try to figure out who they are truly. I love to see live.

I’m very bad at…

swimming. Wanna be my couch, anyone?

The ideal night out is…

not going out. Watching movie or reading book with my own food comforts me.

You know me as me but in another life I’d have been…

a well-known psychologist.

The best age to be is…

now. I love my life now because life is special. I’ve surrounded by people who love and support me.

In weak moments I..

just believe and look into myself. I believe that God has his best plans for me and it’s just my job to pursuit them.

In a nutshell, my philosophy is this:

Everyone deserves to be happy, including me. Just do your life to the fullest. Choose your destiny, pack and go, reach whatever it is with or without company.

Here 100 Truths about me…

WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage: mineral water
2. Last phone call: to Rizka
3. Last text message: to someone I’ve just known/ met
4. Last song you listened to: Infatuation – Maroon 5
5. Last time you cried: last 40 days when i missed my mom
HAVE YOU EVER:
6. Dated someone: yep
7. Been cheated on: nope
8. Kissed someone & regretted it: nope
9. Lost someone special: yes
10. Been depressed: yes
11. Been drunk and threw up: nope
LIST THREE FAVORITE COLORS:
12: Black
13: White
14: Red
THIS YEAR HAVE YOU:
15. Made a new friend: yes
16. Fallen out of love: nope
17. Laughed until you cried: yes
18. Met someone who changed you: yes
19. Found out who your true friends were: yessss
20. Found out someone was talking about you: yesssss
21. Kissed anyone on your friend’s list: nope
22. How many people on your friends list do you know in real life: mostly
23. How many kids do you want: 2-3
24. Do you have any pets: yes
25. Do you want to change your name: no
26. What did you do for your last birthday: buy something for my own
27. What time did you wake up today: 6 a.m.
28. What were you doing at midnight last night: chatting with someone intensively
29. Name something you CANNOT wait for: food
30. Last time you saw your Mother: 40 days ago
31. What is one thing you wish you could change about your life: one fragment of my childhood
32. What are you listening to right now: my own thought
33. Have you ever talked to a person named Tom: nope
34. Who’s getting on your nerves right now: rather not say
35. Most visited webpage: Instagram(?)
36. Whats your real name: Ramadan
37. Nicknames: Rama
38. Relationship Status: single and bit complicated
39. Zodiac sign: Aries
40. Male or female: Male
41. Primary School: SD Kartika II-2 Palembang
42. Secondary School: SMP N 9 Palembang
43. High school/college: SMA Muh. 1 Palembang
44. Hair color: black
45. Long or short: short
46. Height: 177 cm
47. Do you have a crush on someone: yesss
48. What do you like about yourself: my intuition
49. Piercings: no
50. Tattoos: no
51. Righty or lefty: right
FIRSTS:
52. First surgery: never
53. First piercing: never
54. First best friend: Diki
55. First sport you joined: Baseball
56. First vacation: Jakarta
58. First pair of trainers: –
RIGHT NOW:
59. Eating: –
60. Drinking: –
61. I’m about to: sleep
62. Listening to: Maroon 5
63. What time is it: 12.32 a.m
YOUR FUTURE:
64. Want kids: yes
65. Get married: yes
66. Career: a pro pastry chef (maybe?)
WHICH IS BETTER:
67. Lips or eyes: eyes
68. Hugs or kisses: hugs
69. Shorter or taller: taller
70. Older or Younger: younger
71. Romantic or spontaneous: romantic
72. Nice stomach or nice arms: nice arms
73. Sensitive or loud: sensitive
74. Hook-up or relationship: relationship
HAVE YOU EVER:
76. Kissed a stranger: nope
77. Drank hard liquor: nope
78. Lost glasses/contacts: dont even were those
79. Sex on first date: nope
80. Broken someone’s heart: yes
82. Been arrested: noooo
83. Turned someone down: yes 😦
84. Cried when someone died: yes
85. Fallen for a friend: yes
DO YOU BELIEVE IN:
86. Yourself: 100%
87. Miracles: yes
88. Love at first sight: yes
89. Heaven: yes
90. Santa Claus: no
91. Kiss on the first date: no
92. Angels: yes
ANSWER TRUTHFULLY:
94. Had more than 1 girlfriend/boyfriend at a time: no
95. Did you sing today: yes
96. Ever cheated on somebody: no
97. If you could go back in time, how far would you go: last 18 years
98. The moment you would choose to relive: –
99. Are you afraid of falling in love: no
100. Are you afraid of posting this as 100 truths: not at all

*sigh* I think that’s all. May y’all entertained. Let me sleep.

Main Bareng Peach Pachara di Universal Studios: Singapore Day 3

Aku melangkahkan kaki menuju MRT Station terdekat. Melintasi East-West Line atau jalur hijau menuju arah Selatan.Aku lalu turun di Outram Park Interchange Station untuk berpindah ke North-East Line menuju stasiun terakhir, HarbourFront Station. Di belakang Vivo City Mall yang belum dibuka, aku kembali berjalan kaki melewati Sentosa Board Walk sepanjang 670 meter menuju Sentosa Island. Di gerbang Sentosa Island, aku membayar 1 SGD saja menggunakan EZ Link. Sentosa Island, here I come!

(more…)

Snack and the City: Singapore Day 2

Yuhuu~ Ini hari kedua dari rangkaian jelajah Singapura. Hari ini hanya dihabiskan untuk mengelilingi kota (benar-benar mengelilingi) sampe capek. Mencoba merasakan rasanya menjadi rakyat Singapura seutuhnya. Dimulai dari jalan-jalan pagi cantik ke Gardens by the Bay, lalu belanja-belanja cantik di Orchard Road, melangkahkan kaki di riuhnya suasana China Town, kongkow-kongkow asik di Clarke Quay, menyusuri Singapore River hingga ke Merlion Park di malam hari. Kelelahan tiada tara!

Lanjut di Sini

Seorang Pemuda di Singapore : Singapore Day 1

Memulai pagi pertama di Singapore, aku sibuk bikin sarapan. Mungkin sekitar 8 lembar roti gandum telah aku panggang, yang lalu diolesi dengan selai kacang dicampur selai stroberi. Energen rasa kacang hijau yang aku bawa dari rumah aku seduh dengan air hangat. Sementara menunggu semuanya dingin, aku mengutak-atik iMac untuk sekedar browsing dan upload foto-foto dari Malaysia kemarin. Entah aku memang agak gaptek atau memang ga bisa plug and play sama ponselku, foto-foto yang tersimpan ga bisa diunggah ke komputer itu. Hari ini aku akan naik Marina Bay Sands yang super gede!

Lanjut di Sini

Jalan ke Singapore: Malam Pertama

Ini malam pertama dari rangkaian tiga hari jalan di SIngapore. Setelah penerbangan malam-malam dari LCCT, Kuala Lumpur, aku tiba di Changi Airport, Singapore, di waktu MRT hampir selesai beroperasi. Malam, di negeri orang, sendirian, cukup sudah bikin hampir jantungan.

Lanjut di Sini

Kuala Lumpur, Sehari Aja Cukup

Kebangun setelah tidur beberapa jam. Memandangi langit malam Kuala Lumpur yang cerah bertabur bintang. Indah banget. Bintang di langit Nampak jelas mungkin karena rumah temenku ini bagian dari sebuah perumahan yang indah di atas bukit. Aku langsung liat ponsel. Tertera pukul 5 subuh. Jam lima subuh waktu Malaysia. Kok masih sepi ya. Lalu aku terpikir kalo jam lima sini setara jam empat di Indonesia. Pantes. Lalu aku tarik selimut, tidur lagi. Serasa jetlag gitu deh.

Tulisan kali ini menyambung tulisan kemaren, baru nyampe di Malaysia. Jam enam tepat aku bangun lagi. Udah pas nih waktunya untuk siap-siap dandan kece untuk berpetualang di Kuala Lumpur sendirian. Lanjut di Sini

Semalam di Kuala Lumpur Pt. 2 ajah

Baiklah, aku akhirnya memiliki keberanian yang kuat untuk melanjutkan cerita aku di Kuala Lumpur, yang dimulai di artikel ini.

Perjalanan aku ke Kuala Lumpur dimulai dengan menunggangi pesawat AirAsia AK 1303. Sesuai boarding pass yang udah dicetak dari rumah, aku akan duduk di kursi C, alias di lorong baris sebelah kiri. Ketika sampe di nomor kursi itu, udah duduk sepasang anak muda yang tampaknya baru saja merengkuh manisnya mahligai rumah tangga. Lanjut di Sini

Nunggu di Bandara, Ngapain?

Kalo naek pesawat pasti ke bandara lebih awal dong ya, ngurus pajak bandara serta boarding pass-nya. Belum lagi kalo di jalan macet, terus jalan ga bisa dilewati sama sekali karena ada Kaiju atau Godzilla, atau ada banjir mendadak, belum lagi kalo ada dangdutan di pinggir jalan yang bikin jalan tersendat. Maka dari pada itu biasanya paling ga dua jam sebelum keberangkatan udah duduk manis di bandara.
 
mtf_ELhpD_248

nunggu penerbangan ke Kuala Lumpur

Lanjut Baca di Sini